Oleh : NURDIN. VERIN YRASKA
Fahaheel. Kuwait 21-12-2006
Kalo kita kaji dan kita cermati dari sejarah kisah kisah dak,wah para Rosul yang telah
di ceritakan didalam Al,quran karim, apa yang terjadi
Antara Mereka para Rosul bersama ummatnya.
Maka akan kita dapatkan bahwasannya mereka para Rosul semuanya menyeru ummatnya pada satu seruan yang sama :
( Q:S An Nahl 36 )
ولقد بعثنافى كل أمة رسولا أن اعبدوالله واجتنبواطغوت
Dan sesungguhnya kami telah mengutus Rasul pada tiap tiap umat
( untuk menyerukan ) " Sembahlah ALLAH (saja), dan jauhilah THOGUT itu "
ALLAH mengutus Rosul kepa tiap tiap ummatnya dari Rosul yang pertama :
Nabi Nuh as, Nabi Hud as, Nabi Saleh as, Nabi Suaeb as, Nabi Ibrahim as sampai pada Nabi yang terakhir yang diutus untuk seluruh ummat manusia yaitu Rosulullo SAW, untuk mengajak kepada penyembahan hanya kepada ALLAH swt semata, dan mencegah mereka melakukan perbuatan Syrik.
Sekalipun syariat mereka berbeda beda, seruan dakwah yang dilakukan oleh semua Rosul kepada ummatnya itu adalah dakwah kepada TAUHID yaitu :
PEMURNIAN IBADAH hanya kepada ALLAH semata
(bertakwa dan taat kepada NYA serta taat kepada Rosulnya)
Pengertian kata Ibadah bukan hanya masalah ritual saja seperti :
Sholat, Puasa, Haji, Ini memahaminya dalam artian yang sempit .
Pengertian Ibadah tidak bisa dibatasi .
Ibadah bukan urusan Pribadi, seperti pemahaman orang orang Islam Sekuler,
yang memisahkan urusan Agama dengan yang lain, seperti :
Aktifitas, Pribadi, sampai KeNegaraan.
pengertian Ibadah itu sangat luas termasuk melakukan ursan urusan yang lain.
selama tidak bertentangan dengan aturan aturan Allah dan Rasulnya ( Aalquran dan Hadist ).
Ibadah bisa dengan kata katanya, bisa dengan Pikirannya, bisa juga dengan apa saja dari anggota tubuh yang dimiliki. Ibdah juga berarti segala perkataan dan perbuatan, baik zhahir maupun batin, yang dicintai dan diridoi oleh Allah swt. Dan suatu amal ibadah diniati dengan hati yang ikhlas semata mata karena Allah dan mengikuti tuntunan Rosululloh saw. Jadi pengertian Ibadah yaitu :
Penghambaan diri kepada Allah swt dengan cara mentaati segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya sebagaimana telah disampaikan oleh Rasululloh saw.
Ibadah kepada Allah SWT, Tidak akan terwujud, dengan sebenar-benarnya kecuali dengan mengingkari THOGUT dan inilah pengertian firman Allah Taala,
(Surat Al-Baqorah 256) :
yang artinya :
Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat.
Menurut tafsir Ibn Qoyyim :
Thogut adalah setiap yang disembah/diagungkan/ditaati/dipatuhi selain Allah dimana dia rela dengan peribadatan yang dilakukan oleh penyembah dan pengikutnya, atau rela dengan ketaatan orang yang mentaati dalam hal maksiat kepada Allah dan RasulNya. Baik yang disembah, diagungkan, ditaati, berupa manusia, syetan, batu dan sebagainya.
Bentuk Thogut amat banyak,
tetapi pemimpin mereka ada 5, yaitu :
1. Syetan
Thogut ini selalu menyeru beribadah kepada selain Allah.
Dalilnya didalam
(surat yasin 60) :
yang artinya :
ألم أهد إليكم بني أدم ان لا تعبدوالشيطن إنه لكم عد ومبن
Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu Hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan ? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.
(Surat An Nisa 60 ):
Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut [1], padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka [dengan] penyesatan yang sejauh jauhnya.
2. Orang yang mengaku mengetahui Ilmu Ghaib
Allah berfirman didalam
(surat Annaml ayat 65) :
artinya :
Katakanlah: "Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah", dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan.
3 Pengusa yang zhalim yang merubah hukum-hukum Allah SWT
Seperti peletak undang-undang yang tidak sejalan dengan Islam. Mreka membuat undang-undang yang tidak diridhoi oleh Allah SWT. Allah SWT berfirman di
(surat Assyuraa ayat 21) :
artinya :
Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah?.
4. Hakim yang tidak memutuskan menurut apa yang telah
diturunkan Allah SWT.
Jika ia meyakini bahwa Hukum-hukum yang telah diturunkan Allah SWT tidak sesuai lagi, atau dia membolehkan diberlakukannya hukum yang lain. Allah SWT berfirman di dalam
(surat Al Maidah ayat 44) :
yang artinya :
Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.
5. Seorang atau sesuatu yang disembah dan diminta pertolongan oleh
Manusia selain Allah SWT sedang Ia rela dengan yang demikian.
Dalilnya adalah:
(Surat Al Anbiya ayat 29) :
Artinya :
Dan barangsiapa di antara mereka mengatakan: "Sesungguhnya aku adalah tuhan selain daripada Allah", maka orang itu kami beri balasan dengan jahannam, demikian kami memberikan pembalasan kepada orang orang zolim.
وقال الشعبي : كان بين رجل من المنا فقين ور جل من اليهود خصومه
فقال اليهود: نتحاكم إلى محمد' عرف أنه لا يأخذ الرشوة ' وقل المنافق : نتحاكم إلى اليهود' لعلمه أنهم يأخذون الرشوة' فاتفقا أن يأتيا كاهنا في جهينة فيتحاكما إليه' فنزلت : ألم تر إلى الذين يزعمون الاية
Asy-Sya'bi menuturkan :
Pernah terjadi pertengkaran antara seorang munafik dan seorang Yahudi itu :
Orang yahudi itu berkata :
"Mari kita berhakim kepada Muhammad" - Karena mengerti bahwa beliau tidak mengambil risywah (uang sogok). Sedang si munafik berkata : "Marilah kita berhakim kepada orang orang Yahudi " - Karena ia tahu bahwa mereka mau menerima risywah. Maka bersepakatlah keduanya untuk datang berhakim kepada seorang dukun di Juhainah.
Lalu turunlah ayat :
ألم تر إلى الذين يزعمون انهم ءامنوا بما أنزل إليك وما أنزل من قبلك يريدون أن يتحاكموا إلى الطغوت وقد أمروا أن يكفروا به ويريد الشيطن أن يضلهم ضللاً بعيداً (60) وإذا قيل لهم تعالوا إلى ما أنزل الله وإلى الرسول رأيت
المنفقين يصدون عنك صدوداً (61) فكيف إذا أصبتهم مصيبة بما قدمت أيديهم ثم جاءوك يحلفون بالله إن أردنا إلا إحسنا وتوفيقا
Tidakkah kamu memperhatikan orang orang yang mengaku bahwa dirinya telah beriman dengan apa yang diturunkan kepadamu dan dengan apa yang diturunkan sebelummu ? Mereka hendak bertahkim kepada thoghut, padahal mereka telah diperintah untuk mengingkari thoghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh jauhnya. Apabila dikatakan kepada mereka : "Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang telah Allah turunkan dan kepada hukum Rasul" niscaya kamu lihat orang orang munafik itu menghalangi (manusia) dari (mendekati) kamu dengan sekuat kuatnya. Maka bagaimanakah halnya, apabila mereka ditimpa sesuatu musibah disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri, kemudian mereka datang kepadamu sambil bersumpah :" Demi Allah, sekali kali kami tidak menghendaki selain penyelesaian yang baik dan perdamaian yang sempurna ".
(Surah: An-Nisa : 60,61,62)
وقيل ؛ (نزلت في رجلين اختصما ) فقآل أحدهما : نترافع الى النبي صلى الله عليه وسلم , وقال الآخره :الى كعب بن الأشرف, ثم ترافعا إلى عمر ,فذكر له أحدهما القصه ,فقال للذي لم يرضى برسول الله صلى الله عليه وسلم :أكذلك؟ قال : نعم, فضربه بالسيف فقتله ))
Dikatakan pula bahwa ayat tersebut diatas diturunkan berkenan dengan dua orang yang bertengkar, salah seorang mengatakan :
Marilah sama sama mengadukan kepada Nabi saw, sedang yang lain lagi mengatakan :
Kepada Ka'b Al-Asyraf kemudian keduanya mengadukan perkara mereka kepada Umar dan salah seorang dari mereka berduapun menjelaskan kepadnya tentang kasus yang terjadi. Lalu Umar bertanya kepada orang yang tidak rela dengan keputusan Rasulullah saw : Demikiankan halnya ?. Ia menjawab : Ya, Akhirnya dibunuhlah orang itu oleh Umar dengan dipancung pakai pedang.
Ayat ini menunjukkan kewajiban berhakim kepada Kitabullah dan Rasulullah, dan menerima hukum keduanya dengan ridha dan tunduk. Barang siapa yang berhakim kepada selainnya, berarti berhakim kepada thoghut, sekalipun diberi sebutan apa saja.
Dan menunjukkan kewajiban mengingkari thoghut serta menjauhkan diri dan waspada terhadap tipu daya syaitan. Menunjukkan pula bahwa barang siapa diajak berhakim kepada hukum Allah dan Rasulnya haruslah menerima : Apabila menolak maka dia adalah munafik, dan apapun dalih yang dikemukakannya seperti menghendaki penyelesaian yang baik dan perdamaian yang sempurna bukanlah merupakan dasar baginya untuk menerima selain hukum Allah dan Rasul-Nya.
وإذا قيل لهم لا تفسدوا في الأرض قالوا إنما نحن مصلحون
Dan apabila dikatakan kepada mereka (orang orang munafilk), : " Janganlah kamu membuat kerusakan dimuka bumi ini ", Mereka menjawab : " Sesungguhnya kami orang orang yang mengadakan perbaikan ".
(Surah Al-Bakaroh: 11)
ولا تفسدوافى الأرض بعد إصلحها
Dan janganlah kamu membuat kerusakan dimuka bumi,
sesudah (Allah) memperbaikinya ......
(Surah Al-A'raf : 56)
أفحكم الجهلية يبغون ومن أحسن من الله حكما لقوم يقنون
Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki : padahal tiada yang lebih baik daripada hukum Allah bagi orang orang yang lebih baik dari pada hukum Allah bagi orang orang yang yakin ?
Ayat ini menunjukkan bahwa barang siapa yang mengajak berhukum kepada selain hukum yang telah diturunkan Allah, maka Ia telah berbuat kerusakan yang sangat berat dimuka bumi,orang yang menghendaki selain hukum Allah, berarti ia menghendaki Hukum jahiliyah, dan dalil mengadakan perbaikan bukan alasan sama sekali untuk meninggalkan hukum Allah . Menunjukkan pula bahwa orang yang sakit hatinya akan memutar balikkan nilai nilai dimana yang haq dijadikan bathil dan yang bathil dijadikan haq.
Pengertian Iman yang benar dan Iman yang bohong, Iman yang benar yaitu :
Apabila berhukum kepada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah saw, dan menerima hukumnya dengan tunduk dan ridha. Dan Iman yang bohong yaitu : mengaku beriman tetapi tidak mau berhukum kepada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah saw
عن عبد الله بن عمرو : أن رسول الله صلى الله عليه وسلم
قل : لايؤ من أحد كم حتى يكون هواه تبعا لما جئت به
قل النووي : حديث صحيح رويناه في كتاب الحجة بإسناد صحيح
Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr Radiyallahu Anhuma
Bahwa Rasulullah saw bersabda :
Tidaklah beriman (sempurna) seseorang diantara kamu, sebelum keinginan dirinya menuruti apa yang telah Aku bawa (dari Allah).
(Kata An-Nawawi : Hadist shahih kami riwayatkan dariKitab Al-Hujjah dengan isnad shahih).
Seseorang tidak akan beriman sempurna dengan sebenar benarnya sebelum keinginan dirinya mengikuti tuntunan yang dibawa oleh Rasulullah saw. Setiap Muslim wajib mengingkari thoghut sehingga Ia menjadi seorang mukmin yang lurus . Ibadah kepada Allah swt sama sekali tidak bermanfaat kecuali dengan menjauhi beribadah kepada selain Nya dan mengingkari thoghut.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar