Kamis, 06 November 2008

TAUHID PRIORITAS PERTAMA DAN UTAMA

[bismillahir Rahmaanir Rahiim]
MUKADDIMAH
Segala puji bagi Allah, kami memujiNya, memohon pertolongan, hidayah dan ampunanNya, serta kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kami dan keburukan amal-amal kami.
Barangsiapa yang diberi hidayah oleh Allah, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya. Dan barangsiapa yang disesatkan oleh Allah maka tidak ada yang dapat menberinya hidayah. Aku bersaksi bahwasannya tidak ada Ilah yang berhak diibadahi kecuali Allah saja, tidak ada sekutu bagiNya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan RasulNya.
“Artinya : Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” [Ali Imran : 102]
“Artinya : Hai sekalian manusia bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan daripadanya Allah menciptakan isterinya (Hawa); dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan ) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharaah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.” [An-Nisaa' : 1]
“Artinya : Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan RasulNya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” [Al-Ahzab : 70-71]
Wa ba’du :
Ini adalah risalah[1] yang sangat besar manfaat dan faidahnya baik bagi orang awam maupun kaum intelektual karena di dalamnya memuat jawaban dari seorang ‘alim ulama masa kini yaitu Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani -semoga Allah merahmatinya dan memberi (kita) manfaat dengan ilmunya-. Dalam risalah ini beliau menjawab suatu pertanyaan yang berkembang dikalangan orang-orang yang memiliki ghirah (semangat) terhadap agama Islam, mereka resah siang dan malam memikirkan soal ini dan hati mereka pun dibuat sibuk dengannya, inti pertanyaannya adalah :
“Apa jalan yang harus ditempuh untuk mencapai kebangkitan kaum muslimin? Dan jalan apa yang harus ditempuh oleh mereka sehingga Allah Ta’aala memberikan kekuasaan kepada mereka serta menempatkan mereka pada suatu kedudukan yang layak diantara umat-umat yang lain?”
Maka Al-Allamah Al-Albani -semoga Allah memberi (kita) manfaat dengan ilmunya- menjawab pertanyaan ini dengan tuntas dan jelas karena dirasakan bahwa umat sangat membutuhkan jawaban ini, maka kami memandang perlu menyebarluaskannya.
Saya memohon kepada Allah Ta’aala semoga risalah ini bermanfaat dan semoga Allah memberi hidayah kepada kaum muslimin menuju apa yang dicintai dan diridhaiNya. Sesungguhnya Dia Maha Dermawan lagi Maha Mulia

Tidak ada komentar: